Di suatu hari di awal Agustus kamu pulang
dengan setangkup kerinduan dan harapan
mendapat pelukan
dan kehangatan
ibu dan keluarga tersayang.
mendapat pelukan
dan kehangatan
ibu dan keluarga tersayang.
Di pagi hari kamu terbang
supaya bisa tidur siang
di kasur dipan
yang walau lapuk dimakan zaman
dia tetap pernah menimang
supaya bisa tidur siang
di kasur dipan
yang walau lapuk dimakan zaman
dia tetap pernah menimang
Di tempat ini aku menunggu si pulang
bahagia krn tau akan menggenggam
tangan
dan
angan
yang belum pernah kutemui berbulan-bulan
bahagia krn tau akan menggenggam
tangan
dan
angan
yang belum pernah kutemui berbulan-bulan
Selamat pulang, sayang.
(Jkt, 03.08.19)






